Kembali ke Alam Cara Petani Kluster Baliku Mengendalikan Hama Ulat pada Tanaman Padi

not image
Gambar: - ( Ledy ferethy ruth ) Sumber: https://baliku.krayantengah.my.id/

Tanaman padi merupakan sumber penghidupan bagi para petani. Namun, dalam proses pertumbuhannya, tanaman padi sering menghadapi berbagai gangguan, salah satunya serangan hama ulat. Untuk mengatasi masalah tersebut, para petani di Kluster Baliku melakukan penyemprotan pestisida nabati yang dibuat dari bahan-bahan alami.

Pestisida nabati ini memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti serai, daun sirsak, lengkuas, kunyit, dan tembakau. Bahan-bahan tersebut dicampurkan dengan air secukupnya, kemudian ditambahkan sabun Sunlight sebagai bahan campuran. Seluruh bahan diolah menjadi larutan yang digunakan untuk penyemprotan pada tanaman padi yang terserang hama.

Penggunaan pestisida nabati menjadi salah satu upaya petani untuk mengendalikan hama dengan memanfaatkan potensi alam. Selain itu, cara ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Dalam proses pembuatannya, bahan-bahan dicampurkan sesuai takaran yang digunakan petani. Penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar tidak merusak tanaman padi. Sebaiknya, larutan diuji terlebih dahulu pada sebagian kecil tanaman untuk melihat reaksinya sebelum digunakan secara lebih luas.

Melalui kegiatan penyemprotan yang dilakukan pada 26 September 2026, para petani di Kluster Baliku berharap serangan hama ulat dapat dikendalikan sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen tetap terjaga.

Upaya ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan-bahan dari alam dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengendalian hama tanaman padi. Dengan terus memperhatikan kondisi tanaman dan lingkungan, para petani di Kluster Baliku berupaya mendukung pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Bagikan post ini: