SEJARAH DESA
Nama Ba’liku berasal dari kata Ba’ Rayeh, yang artinya Sawah Luas dan Liku artinya Sungai Liku. Jadi Ba’liku berasal dari kata sawah yang digarap oleh masyarakat setempat di sekitar anak sungai yang mengalir di sepanjang sawah dan pemukiman masyarakat.
Asal usul masyarakat desa Ba’liku berasal dari Long Rit, sebuah anak sungai yang berada di tengah Sungai Padi atau yang disebut sekarang dengan nama Pa’ Padi. Pada mulanya masyarakat Long Rit dipimpin oleh Selutan Pidung, setelah Selutan Pidung meninggal dunia, maka diangkatlah adiknya Katuan Pidung yang disebut juga Lang Tu Pidungmenjadi pemimpin masyarakat Long Rit.
Pada suatu hari,Ketuan Pidung pergi menyumpit dengan menemepuh perjalanan yang cukup jauh ± 5 jam hingga tiba di sungai Liku. Dataran di daerah tersebut cukup luas dan kebutuhan sehari-hari seperti binatang buruan dan sayur-syuran cukup banyak dan sangat mudah didapatkan, seperti Ikan, dapat ditangkap dengan menutup sarung bambu yang disebut dengan Tekit Bulu. Melihat kondisi tersebut, maka Ketuan Pidung megajak masyarakatnya pindah dari Long Rit ke Sungai Liku tersebut. Dalam perjalanan mereka dari Long Rit, mereka bermukim di tempat perhentian yang disebut Lega Ubi, tempat itu dinamakan Lega Ubi karena di situ mereka menemukan tanaman Ubi dan juga Labu, jadi yang pertama kali menemukan Ubi dan Labu di daerah krayan adalah masyarakat Long Rit. Dari Lega Ubi ini juga, kita dapat melihat langsung Batu Lawih yang berada di wilayah Negara tetangga yaitu Malaysia bagian Serawak.
Setelah cukup lama mereka beristirahat di Lega Ubi, mereka kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di satu bukit yang disebut Takung Berek(kubangan babi) dan bermukim di situ. Karena beberapa hal yang terjadi, dari tempat itu mereka terpecah menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu: (1) Wa’ (Marga)Katuan Pidung melanjutkan perjalanannya ke Long Liku,
(2) Wa’ (Marga)Kubab Yang Pulung melanjutkan perjalanannya ke Pa’ Upi, dan (3) Bubuhahan Yusu Pidung melanjutkan perjalanannya ke Long Pia’an menyebrang sungai Krayan.
Setelah beberapa lama Wa’ (Marga)Kubab Yang Pulung dan Yusu Pidung bermukim di tempat tujuannya, lalu mereka pindah bergabung dengan Wa’ (Marga)Katuan Pidung. Bersama dengan Katuan Pidung mereka menggarap sawah yang masih dapat kita lihat hingga saat ini dan mereka menamakan tempat itu Ba’ Rayeh Liku.
Setelah cukup lama memimpin, lalu Katuan Pidung meninggal dunia. Untuk menggantikannya, mereka mengangkat Balang Sang yang disebut juga Balang Tepun untuk menjadi pemimpin mereka. Setelah masa kerja Balang Sang habis maka digantikan dengan adiknya Duatan Sangkemudian diganti lagi dengan Belibing Tadulsetelah habis masa kerjanya lalu diganti dengan Taga Mawan Balang pada Tahun 1933, pada saat itu agama sudah mulai masuk di wilayah ini yaitu agama Kristen yang dibawa oleh seorang Misionaris yang bernama Jhon Welfinger yang berasal dari Amerika Serikat. Setelah masa bakti Taga Mawan Balang habis lalu diganti dengan Jemelin Wa. Pada masa ini nama pemimpin masyarakat sudah berubah menjadi Kepala Kampung, setelah masa kerja Jemelin Wa’ berahir kemudian diganti dengan Gerson Liu lalu Ayub Liman, dalam masa kerja Ayub Liman pada tahun 1977 terjadi Regruping Desa yang merupakan satu program dari Pemerintah. Desa Ba’liku dipindahkan ke Desa Binuang,maka Ayub Liman dan sebagian kecil mayarakat pindah dan Sekolah Dasar yang pada awalnya bertempat di Ba’liku ikut dipindahkan juga ke Binuang. Sebagian besar masyarakat Ba’liku tetap bertahan di daerahnya hingga pada Tahun 1987 masyarakat yang pindah ke Binuang kembali bergabung dan sekolah dasar juga dipindahkan kembali Ba’liku. Ayub Liman tetap bertahan di desa Binuang hingga saat ini, setelah masa jabatan Ayub Liman habis maka dipilih Sakai Aco, dalam masa kerja Sakai Acomasyarakat sudah menikmati Uang IDT, masa jabatan Sakai Aco diperpanjang ± 8 tahun, lalu diadakan pemilihan Kades maka terpilih Wanto Gerson yang adalah putra dari Gerson Liu. Wanto Gerson terpilih selama2 (dua) periode.Satu Tahun sabelum masa kerja Wanto Gerson berahkir Desa Ba’liku termasuk Desa penerima Dana (ADD) Alokasi Dana Desa.Setelah berahkirnya masa kerja Wanto Gerson maka ditunjuklah Sepsir Sakai putra ketiga dari Sakai Aco menjadi Pejabat Kepala Desa selama 1 tahun menunggu pemilihan kepala Desa periode 2015 – 2021. Setelah dilakukan pemilihan kepala desa periode 2015 – 2021 maka terpilihlah Heber menjadi Kepala Desa Ba’liku hingga pada saat ini.
DAFTAR NAMA - NAMA KEPALA DESA BA’LIKU
NO | PERIODE | NAMA KEPALA DESA | KETERANGAN |
1. | 1875 – 1890 | Balang Sang |
|
2. | 1890 – 1900 | Duatan Sang |
|
3. | 1900 – 1915 | Belibing Tadul |
|
4. | 1915 – 1935 | Taga Mawan Balang |
|
5. | 1935 – 1945 | Jemelin Wa’ |
|
6. | 1945 – 1965 | Gerson Liu |
|
7. | 1965 – 1968 | Ayub Liman |
|
8. | 1968 – 1973 | Sakai Aco |
|
9. | 2000 – 2005 | Wanto Gerson |
|