Menganyam Harapan dari Daun Pandan Karya Kreatif Ibu-Ibu PKK Desa Baliku

1785302971688.jpeg
Gambar: - ( Ledy Ferethy Ruth ) Sumber: https://baliku.krayantengah.my.id/

Kekayaan alam yang ada di sekitar Desa Baliku menjadi inspirasi bagi ibu-ibu PKK untuk menciptakan kerajinan tangan yang bermanfaat. Melalui kreativitas dan semangat gotong royong, daun pandan diolah menjadi Saung, yaitu topi anyaman khas yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

 

Daun pandan dipilih karena mudah ditemukan di sekitar desa dan memiliki serat yang kuat sehingga cocok dijadikan kerajinan. Daun pandan yang sudah diolah kemudian dianyam menjadi topi tradisional yang dalam bahasa Lundayeh disebut Saung. Setelah selesai dianyam, Saung dihias dengan motif khas agar terlihat lebih menarik dan memiliki nilai seni.

 

Saung memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Topi ini biasa digunakan saat berkebun, bertani, atau bekerja di luar rumah untuk melindungi kepala dari panas matahari. Selain itu, Saung juga memiliki nilai jual yang baik karena menjadi salah satu kerajinan khas Desa Baliku yang diminati masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Desa Baliku tidak hanya melestarikan budaya dan keterampilan menganyam yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Diharapkan kerajinan Saung dari daun pandan dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Baliku yang dikenal oleh masyarakat luas


Bagikan post ini: